Kamis, 29 September 2011

Kesabaran Membawa Berkah

suatu ketika , ada seorang pemuda yang cerda intelektualnya , dia sekolah di sebuah SMA favorit di jakarta.perlu di ketahui dia adalah anak yang hidup di lingkungan keluarga sederhana .Suatu ketika ada seorang gurunya yang menawarinya untuk mengikuti tes beasiswa , untuk jenjang S1 di amerika.
Berita tsb , langsung ia kabarkan kepada orang tuanya , 
Pemuda : ibu , bapak tadi ada guru yang menawariku untuk belajar di amerika.Apakah kalian setuju jika        aku mengikutinya ??
Ibu : Ibu sih setuju nak ,tapi Bagaimana dengan biaya hidupnya , ketika kamu disana ?
Mendengar pendapat kedua orang tuanya itu , dia berkata
Pemuda : Ibu kita adalah hamba allah , allah pula yang membuat kita semua hidup , jika masalah biaya ayo , kita serahkan pada yang maha kaya ALLAH AZZA WA JALLA.
Ibu : Sungguh , hatimu sangat berkait dengan rabmu nak .Baiklah mari tiap malam kita berdo'a pada allah.
1 minggu Kemudian dia iku tes beasiswa tsb bersama 4 orang temannya(untuk kecerdasan temennya itu , jauh lebih rendah dibandingkan si pemuda itu).Tiap malam ia dan ibunya selalu qiyamul lail dan berdo'a, bermunajat kepada allah , merintih , menagis dihadapanNya supaya supaya anaknya lulus,sampai2 ibunya menyedekahkan sepeda motor satu2nya yang mereka miliki , demi mengaharap anaknya lulus dan terdaftar sebagai penerima beasiswa tsb.
Dan kemudian saat2 yang di tunggu2pun tiba , saat ia lihat di deretan penerima beasiswa , ALHAMDULILLAH ...
Dia gak lulus ,.. sedangakan 4 orang temannya lulus ...
Alhasil , diapun kecewa berat dengan hal tsb.


TAPI LIHATLAH RENCANA ALLAH SWT KEMUDIAN.

Lantas iapun langsung bergegas menemui allah , menuju rumah allah , Sholat 2 raka'at , dan kemudian dia bermunajat kepada allah ..
yaa rabb , aku tau yaa allah , bahwasannya hal tsb tidak baik untukku , dan aku percaya bahwa engkau akan berikan hal yang lebih baik untukku , tp ya allah , bagaimana dengan ibuku , bagaimana dengan ayahku , apakah mereka akan berlapang dada menerima ini semua ?? (sambil bercucura air mata).Ya allah , hamba tidak ingin membuat hati orang tua hamba sedih , hamba gtidak ingin membuta mereka kecewa , maka berikanlah aku jalan yang terbaik , untuk bisa membahagiakan mereka , Amin.
Setelah itu , iapun pulang dan memberitahukan kabar tsb kpd kedua orang tuanya , dan benar mereka sedih , sedih melihat anaknya gagal untuk belajar di amerika.Dan mereka berpesan : sabar ya anakku ! sungguh allah pasti akan memberikan hal yang lebih baik untukmu.Diapun terus bersabar , menjalani hari demi hari , bibirnya tak pernah lepas berzikir kepada allah.
Selang seminggu kemudian , salah satu tetangganya merasa iba kepadanya , kemudian dia di pekerjakan sebagai karyawan di toko bangunan miliknya.Si pemilik toko itu sangat senang kepadanya , karena kejujuran dan kesopanannya.
Singkat cerita si pemilik toko tsb sakit2an , kemudian ia MEMBERIKAN MANDAT KEPADA PEUDA ITU UNTUK MENGURUSI TOKO TSB , SELAMA SI PEMILIK TOKO SAKIT.waktu demi waktu , toko tsb bertambah ramai.3 hari sebelum si pemilik toko tsb meninggal , dia MENIKAHKAN PUTRINYA DENGAN SI PEMUDA , dan MEMBERIKAN TOKO TSB UNTUK DI KELOLA SEPENUHNYA.
1 tahun berselang toko itun menjadi ramai , hingga si pemuda ini kuwalahan untuk melayani pembeli.tak lupa setiap hari ia selalu menyisihkan uang hasil penjualan untuk bersedekah.Dan fantastis , OMSET penjualannya SETIAP HARI , bisa mencapai 100jt RUPIAH .
Hingga ia sekarang bisa mempekerjakan 20 orang karyawan , dan yang lebih hebatnya , DIA BISA SEKOLAH DI AMERIKA DENGAN BIAYA SENDIRI , BAHKAN SETIAP BULANNYA , DIA MENGAJAK SELURUH KELUARGANYA UNTUK BERLIBUR KE LUAR NEGERI.
Subhanallah ,
Yang bisa kita petik dari cerita tsb adalah , kegagalan itu biasa , kegagalan itu adalah nikmat allah , tapi yang membuat kegagalan itu menjadi sesuatu yang luar biasa adalah , ketika kegagalan itu kita adukan kepada allah , kita serahkan pada allah , kita teruss mendekat pada allah , maka allah akan berikan kepadanya suatu kebaikan yang tidak pernah ia kira sebelumnya ... dan satu lagi , biasakan dirimu untuk bersedekah setiap hari , walaupun hanya sedikit.
TETAP PERCAYA APADA ALLAH , TERUS BERTAQARRUB ILALLAH , KITA TIDAK PERNAH TAU PA YANG DIRENCANAKAN OLEH ALLAH , DAN INGATLAH , ALLAH SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK BAGI HAMBANYA ....

WALLAHU 'ALAM....

Teladan Keluarga Nabi

Ibnu Abbas meriwayatkan:
Pada suatu waktu kedua cucu nabi SAW yakni Hasan dan Husein sakit keras. Rasulullah dan para sahabat datang untuk mengunjungi mereka. Nabi juga berpesan agar Ali dan Fatimah bernazar untuk kesembuhan kedua putra mereka. Keduanya, diikuti Faidhah, pembantu mereka, bahkan anak-anak yang sedang sakit mengucapkan nazar: Jika Tuhan menyembuhkan Hasan dan Husein, mereka semua bernazar untuk melakukan puasa tiga hari berturut-turut.

Tak lama kemudian, kedua anak itu sembuh. Seluruh anggota keluarga melakukan puasa nazar. Karena mereka tidak punya makanan, Ali meminjam gandum dan Fatimah memasak sepertiganya. Ketika magrib tiba dan mereka hendak berbuka, seorang miskin datang mengetuk pintu: "Salam bagi kalian, wahai keluarga Rasulullah. Saya muslim yang miskin, berilah saya makanan. Semoga Allah memberi kalian anugerah-Nya." Semua anggota keluarga nabi itu memberikan bagian makanannya. Malam itu mereka berbuka hanya dengan minum air.

Pada hari kedua, kejadian yang sama terulang lagi. Seorang anak yatim mengetuk pintu rumah mereka. Sekali lagi mereka memberikan bagian roti dan melewatkan malam hanya dengan minum air saja.
Pada hari ketiga seorang tawanan datang. Lagi-lagi mereka mengakhiri puasa nazar-nya dengan minum air.

Pada hari keempat, Ali membawa putra-putranya menemui nabi. Begitu nabi melihat cucu-cucunya yang baru pulih dari sakit menggigil karena kelaparan, seperti anak-anak ayam menggelepar, nabi jatuh iba. "Aku sedih menyaksikan keadaan kalian." Beliau bangkit dan membawa mereka kembali ke rumahnya. Di situ, nabi melihat Fatimah sedang bersembahyang dan munajat. Perutnya kempis, seakan menempel pada tulang punggungnya. Matanya tampak cekung. Rasulullah SAW tampak sangat terharu melihat semua penderitaan ini.

Pada saat itulah, Jibril datang membawa wahyu dari Allah, permulaan Surat Hal Ata Alal Insan. Karena itu Dr. Iqbal menyebut keluarga nabi sebagai keluarga yang bermahkotakan Hal Ata. Surah ini disebut juga Surah Al-Insan, Surah Manusia. Keluarga nabi adalah makhluk yang sudah mencapai derajat kemanusiaan yang sebenarnya, insan kamil.

Wallahu a'lam.

Kedermawanan Membawa Berkah

Imam Ja'far Shadiq mengetengahkan sebuah riwayat dari ayahnya, Imam Muhammad Al Baqir, bahwa Imam Ali Zainal Abidin telah berkata:
Suatu ketika, Ali bin Abi Thalib menghadap kepada Rasulullah SAW, lalu pulang. Ketika masuk rumah, Fatimah sedang duduk dan Salman Al Farisi sedang berada disisinya, sambil membentangkan kain yang ditenun Fatimah. Salman ini adalah bekas budak dari Persia, yang kemudian oleh Rasulullah dimasukkan sebagai anggota keluarga Rasulullah. "Salman minna, ahlul bait," demikian sabda Rasulullah SAW. Salman adalah bagian dari kami, Ahlul Bait. Ali bin Abi Thalib begitu melihat istrinya yang tercinta, lalu bertanya, "Hai wanita mulia, apa yang engkau miliki untuk kau hidangkan kepada suamimu?" Fatimah menjawab, "Demi Allah, aku tidak memiliki sesuatu, kecuali uang enam dirham dari Salman, sebagai upah tenunanku. Uang ini akan aku belikan makanan untuk Hasan dan Husein." Ali lalu berkata, "Hai wanita mulia, bawalah uang itu kemari. Biar aku yang belikan makanan untuk Hasan dan Husein."

Ali kemudian pergi ke pasar. Ditengah jalan, Ali bertemu dengan seorang laki-laki yang miskin. Laki-laki itu berkata, "Siapakah yang bersedia memberikan pinjaman kepada Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Menepati janji?" Ali begitu kasihan melihat keadaan lelaki tersebut, kemudian memberikan uang yang sedianya akan digunakan untuk membeli makanan. Lalu Ali kembali ke rumah dengan tangan hampa.