Tampilkan postingan dengan label shodaqah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shodaqah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2011

Abdullah bin Mubarak Dihajikan Malaikat Allah

Bukan dongeng bukan khayalan. Inilah sebuah kisah teladan dari sahabat yang Mulia. Mari kita ceritakan kepada saudara-saudara kita, anak-anak, putra-putri kita, agar mereka lebih dekat dan bangga dengan agamanya, agama Islam.

Kita sama-sama mengetahui, bahwa ibadah haji dan jihad fii Sabilillah adalah dua amal ibadah yaang bernilai tinggi di sisi Allah. Atas dasar itulah, Abdullah bin Mubarak selalu menunaikan dua hal tersebut, tahun ini naik haji, tahun berikutnya berangkat berjihad, demikianlah secara selang-seling selalu dilakukannya, betapapun sibuknya ia.

Tibalah saatnya Abdullah bin Mubarak berangkat haji. Setelah bekerja keras Abdullah bin Mubarak berhasil mengumpulkan bekal tak kurang 500 dinar uang emas. Ia pun berangkat menuju Makkah al Mukaarramah.


Kamis, 29 September 2011

Kedermawanan Membawa Berkah

Imam Ja'far Shadiq mengetengahkan sebuah riwayat dari ayahnya, Imam Muhammad Al Baqir, bahwa Imam Ali Zainal Abidin telah berkata:
Suatu ketika, Ali bin Abi Thalib menghadap kepada Rasulullah SAW, lalu pulang. Ketika masuk rumah, Fatimah sedang duduk dan Salman Al Farisi sedang berada disisinya, sambil membentangkan kain yang ditenun Fatimah. Salman ini adalah bekas budak dari Persia, yang kemudian oleh Rasulullah dimasukkan sebagai anggota keluarga Rasulullah. "Salman minna, ahlul bait," demikian sabda Rasulullah SAW. Salman adalah bagian dari kami, Ahlul Bait. Ali bin Abi Thalib begitu melihat istrinya yang tercinta, lalu bertanya, "Hai wanita mulia, apa yang engkau miliki untuk kau hidangkan kepada suamimu?" Fatimah menjawab, "Demi Allah, aku tidak memiliki sesuatu, kecuali uang enam dirham dari Salman, sebagai upah tenunanku. Uang ini akan aku belikan makanan untuk Hasan dan Husein." Ali lalu berkata, "Hai wanita mulia, bawalah uang itu kemari. Biar aku yang belikan makanan untuk Hasan dan Husein."

Ali kemudian pergi ke pasar. Ditengah jalan, Ali bertemu dengan seorang laki-laki yang miskin. Laki-laki itu berkata, "Siapakah yang bersedia memberikan pinjaman kepada Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Menepati janji?" Ali begitu kasihan melihat keadaan lelaki tersebut, kemudian memberikan uang yang sedianya akan digunakan untuk membeli makanan. Lalu Ali kembali ke rumah dengan tangan hampa.