Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Desember 2011

Tipu Daya Kaum Kafir Kepada Kaum Muslimin

Habib Umar bin Hafidz

Tahukah kalian? Sesungguhnya makna iman kalian kepada Allah dan para Rasul-Nya adalah janji yang telah kalian tetapkan dengan Allah ta’ala. Dan merupakan janji yang mengharuskan kalian keluar dari keikut-ikutan dengan orang-orang yang pemikiran dan pandangannya terbatas hanya kepada kesenangan dunia yang semu. Akan tetapi pemikiran dan pandangan mereka tersebut telah menyebar ke tempat-tempat kita wahai kaum muslimin. Ke surat kabar, radio, televisi, dan negeri kita kaum muslimin.

Adapun orang-orang kafir, mereka memang sudah kafir. Akan tetapi kebohongan mereka,tipu daya mereka dan kedustaan mereka telah menjajah banyak tempat dalam negeri kaum muslimin. Dan tiada kehidupan mereka kecuali sebagaimana yang telah dinyatakan Tuhan kalian bahwa kehidupan mereka hanyalah senda gurau dan permainan. Mereka bermaindan bersenda gurau. Dan setiap yang keluar dari Risalah ini hanyalah kesenangan yang menipu.

Dan disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya surga. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya cara mereka memandang dunia berbeda dengan yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Demikian pula cara berbicara dan pergaulan mereka berbeda dengan orang yang tidak beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya. Beginilah jejak para Rasul di atas kehidupan ini?

Apa penyebab kaum muslimin tertipu dengan apa yang mereka (orang kafir) sebarkan dan mereka katakan? Sehingga telah mati dari banyak hati kaum muslimin semangat untuk membela syariat Allah. Sehingga telah banyak pula yang terkubur dari hukum-hukum syariat Allah di tengah rumah tangga kita. Dan dari kita kaum muslimin yang telah berani berterang-terangan melakukan kemaksiatan terhadap Allah, melalaikan kewajiban-kewajiban terhadap-Nya, dan melampaui batas terhadap larangan-larangan-Nya.

Jumat, 11 November 2011

Sebelas Tanda Mencintai Nabi Muhammad SAW

Seseorang yang mengklaim bahwa dia mencintai seseorang akan lebih memilih yang dicintai dibanding semua orang, ia juga akan lebih memilih apa yang disukai oleh yang dicintainya, jika tidak demikian maka dia tidak akan bertindak sesuai yang dicintanya dan artinya cintanya juga tidak akan tulus. Tanda-tanda berikut ini akan menjadi jelas pada mereka yang benar-benar mencintai Nabi Muhammad SallAllahu alaihi wa Sallam.

Pertama : Tanda pertama cinta kepada Nabi Muhammad SallAllahu alaihi wa Sallam, adalah bahwa dia akan mengikuti contoh-contohnya, menerapkan cara Nabi saw dalam kata-kata, perbuatan, ketaatan kepada perintah-Nya, menghindari apa pun yang dilarang dan mengadopsi sikap Nabi saw pada saat diberi kemudahan, sukacita, kesulitan, dan penderitaan. Allah berfirman, "Katakanlah (Muhammad), 'Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad) dan Allah akan mencintaimu." [Al-Imran: 31]

Kedua : Tanda kedua adalah bahwa dia akan menyingkirkan keinginan sendiri dan nafsunya dengan mengikuti hukum yang didirikan dan didorong oleh Nabi SallAllah alaihi wa Sallam. Allah berfirman, "Kepada orang-orang sebelum mereka yang telah membuat tempat tinggal mereka di tempat tinggal (Kota Madinah), dan karena keimanannya mereka mengasihi orang yang telah beremigrasi ketempat mereka, mereka tidak menemukan irihati dan dengki dalam dada mereka untuk apa yang telah diberikan dan lebih memilih mereka atas diri mereka sendiri, meskipun mereka sendiri memiliki kebutuhan." [Al Hasyr: 9]

Ketiga : Tanda ketiga adalah bahwa kemarahan seseorang karena orang lain hanya demi mencari keridhaan Allah. Anas, putra Malik diberitahu oleh Nabi SallAllahu alaihi wa Sallam, "Anakku, jika Anda dapat menahan diri dari dendam di hati Anda dari pagi hingga sore, kemudian melakukannya." Dia kemudian menambahkan, "Anakku, yang merupakan bagian dari jalan kenabian bahwa barang siapa yang menghidupkan kembali cara saya dan mengasihi Aku, dan barangsiapa mencintaiku akan bersama dengan saya di surga." [Sunan Tirmidh, Kitab al-Ilm, Vol 4, Halaman 151]

Senin, 24 Oktober 2011

Buang Sifat Angkuh dan Sombong

Bismillahir-Rahmanir-Rahim
Sifat angkuh dan sombong telah banyak mencelakakan makhluk ciptaan Allah subhanahu wata’ala, mulai dari peristiwa terusirnya Iblis dari sorga karena kesombongannya untuk tidak mau sujud kepada Nabi Adam alaihis salam tatkala diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk sujud hormat kepadanya.

Demikian juga Allah subhanahu wata’ala telah menenggelamkan Qorun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah subhanahu wata’ala dan juga kepada sesama kaumnya.

Allah subhanahu wata’ala juga telah menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya di lautan karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah subhanahu wata’ala dan juga kepada sesama kaumnya, dan karena kesombongannya itulah dia lupa diri sehingga dengan keangkuhannya dia menyatakan dirinya adalah tuhan yang harus disembah dan diagungkan.

Kehancuran kaum Nabi Luth alaihis salam juga karena kesombongan mereka dengan menolak kebenaran yang disampaikan Nabi Luth alaihis salam agar mereka meninggalkan kebiasaan buruk mereka yaitu melakukan penyimpangan seksual, yakni lebih memilih pasangan hidup mereka sesama jenis (homosek), sehingga tanpa disangka-sangka pada suatu pagi, Allah subhanahu wata’ala membalikkan bumi yang mereka tempati dan tiada satu pun di antara mereka yang bisa menyelamatkan diri dari adzab Allah yang datangnya tiba-tiba.